Kamis, 08 Juli 2010

Diferensiasi Produk dan Preferensi Konsumen dalam Pembelian

Pengaruh Diferensiasi Produk

Terhadap Preferensi Konsumen dalam Pembelian

Oleh: Suparno Saputra, SE.,MM

(Dosen Jurusan Manajemen Pemasaran Politeknik Pos Indonesia)

Olvini Tyssia

(Mahasiswa Jurusan Manajemen Pemasaran Politeknik Pos Indonesia Angkatan Tahun 2007/2010)

A. Latar Belakang Masalah

Permintaan akan sepeda motor di Indonesia khususnya di kota Bandung cukup besar. Hal ini terbukti dari kepadatan lalu lintas di Kota Bandung ditandai dengan jumlah kendaraan roda dua sebanyak 326.782 (Pemkot Bandung, 2008). Begitu pula dengan volume pasar sepeda motor jenis cubs atau bebek di Indonesia dalam kurun waktu tujuh bulan ini menembus angka penjualan sebesar 1.514.544 unit (Kompas, 2003). Yamaha adalah salah satu produsen sepeda motor di Indonesia. Yamaha menguasai sekitar 41% pasar sepeda motor Indonesia pada Januari-September 2007 dengan total penjualan sekitar 1,5 juta unit (Kapanlagi.com, 2008). Sepeda Motor yang diproduksi Yamaha sendiri terdiri dari Jupiter,Vega, RX king, Mio, dan lain-lain. Di pasar sepeda motor sport pasar masih dikuasai merek Honda dan Yamaha (Kompas, 2003) mengalahkan perusahaan pesaing Yamaha di Indonesia di antaranya yaitu Suzuki, Kymco, Kawasaki, Piagio, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan adanya persaingan yang tajam dalam memperebutkan konsumen pengguna sepeda motor.

Persaingan yang tajam dalam memperebutkan konsumen semakin luas dan dilakukan dengan berbagai cara (Uswatun Chasanah, 2003:1). Setiap perusahaan berusaha mendapatkan pasar para pesaingnya. Perusahaan yang berhasil mendapatkan pasar potensial adalah perusahaan yang mampu menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Salah satu produk Yamaha yang menjadi sorotan adalah Mio. Mio merupakan motor automatic spesifikasi-spesifikasi tertentu yang berbeda dan unik kepada konsumen. Produk yang unik merupakan suatu keunggulan yang dapat ditawarkan kepada konsumen. Nowadays, company tri to differentiate their products emphasizing some trivial attributes which in real sense create no differences from those of its competitors’ or sometimer they are not actually used by consumers at all, Chowdhury and Islam,2003 dalam Hossain, (2007:49) Produk yang berbeda atau unik akan menguasai pasar dan memenangkan persaingan sesuai dengan pendapat Lewwit The way company manages its marketing can become the most powerful form of differeniation (Oddrun Bjorklund, 2006:6). Tidak ada perusahaan yang dapat memenangkan persaingan jika produk yang ditawarkan sama dengan produk lain (Kotler, 2005:338).

Salah satu cara perusahaan membedakan produknya dengan pesaing adalah dengan menyediakan atribut produk yang unik (Erna Ferrinadewi, 2005:128 ). Banyak perusahaan yang hanya fokus pada kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (Oddrun Bjorklun, 2006:1). Padahal konsumen akan lebih memilih produk yang memiliki kelebihan dibanding produk yang lain sesuai dengan pendapat Schiffman dan Kanuk (1994) “Suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif “ (Sumarwan, 2002:289). Produk yang khas menjadi pertimbangan awal bagi konsumen dalam melakukan pembelian (Ishii,Juengel, et al, 1994:2). Konsumen membentuk sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan Mowen dan Minor, 1998 dalam Sumarwan, (2002: 135-136).

Diferensiasi produk memiliki parameter diantaranya bentuk yang khas, keistimewaan (fitur) tertentu, kinerja produk dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan, kesesuaian antara apa yang dijanjikan dengan kenyataan, daya tahan (durability) produk, kehandalan produk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan (reliability), kemudahan perbaikan, serta gaya/style (Kottler, 2005:350). Atribut-atribut yang dimiliki suatu produk dikomunikasikan dan diinformasikan sedemikian rupa agar dapat menarik perhatian konsumen (Yuniarinto, 1998:3). Jika perusahaan dapat membentuk diferensiasi produk yang memiliki parameter seperti di atas, maka perusahaan dapat melakukan pembedaan yang besar dengan pesaing. Perusahaan dapat menarik perhatian konsumen dengan memberikan atribut yang khas pada produk mereka.

Diferensiasi produk dibutuhkan untuk mempertahankan produk di pasaran karena konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan fitur yang paling inovatif (Kotler, 2005:20). Fungsi lainnya adalah penempatan posisi (positioning) yang khas di antara para pesaing di dalam benak konsumen. Hasil akhir penempatan posisi tersebut adalah keberhasilan penciptaan nilai yang berfokus pada konsumen (Kotler, 2005:339). Fokus tersebut dapat menuntun produsen untuk mengetahui bahwa pemilihan suatu produk dipengaruhi dorongan-dorongan psikologis salah satunya preferensi konsumen (Erna Ferrinadewi, 2005:128). Preferensi adalah alasan mengapa konsumen harus membeli produk tersebut (Uswatun Chasanah, 2003:5). Semakin banyaknya perusahaan yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen memiliki lebih banyak pilihan (Suranto, 2005:1).

Pengetahuan akan preferensi konsumen sangat penting diketahui produsen dalam menghadapi persaingan bisnis yang ketat karena dapat digunakan untuk menarik konsumen yang baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada Alma, 1992 dalam Yuniarinto, (1998:2).

Dari pernyataan-pernyataan di atas, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh diferensiasi produk terhadap preferensi konsumen dalam melakukan pembelian. Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Diferensiasi Produk terhadap Preferensi Konsumen dalam Pembelian“.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar